Jumat, 02 Agustus 2013

Putar Balik



Judul : U-Turn
Penulis : Nadya Prayudhi
Penerbit : PlotPoint Publishing
Tahun Terbit : April 2013, Cetakan Pertama
Jumlah Halaman : iv + 233 halaman
Harga : Rp 39.000

Dalam game Mario Kart, seringkali saya kalah hanya karena hal sepele. Saya berkendara terlalu cepat sehingga mobil yang saya kendarai terlempar ke jalur yang salah. Seketika itu juga sebuah tanda ‘u-turn’ besar muncul dilayar untuk memberitahukan kekeliruan saya. Saya harus berputar balik untuk menyelamatkan diri dan memenangkan permainan. Sama halnya dengan Karin, tokoh utama dalam novel U-Turn.

***

Kebimbangan, masa lalu, kematian, cinta, dan tragedi. Semua aspek tersebut dikemas secara apik dalam novel perdana Nadya Prayudhi ini. Dituturkan dari sudut pandang orang ketiga, pembaca seakan diajak ‘menonton’ perjalanan kisah hidup Karin, sang tokoh utama. Tak heran memang, dengan background sebagai seorang istri sutradara; Nadya mampu memvisualisasikan cerita bergenre psychological drama ini dengan baik.

Diawal cerita, saya merasa diajak untuk menyelami emosi Karin yang sedang berduka karena Bre, kekasih yang telah menemani hidupnya selama dua tahun tiba-tiba memutuskan hubungan dengannya, meninggalkan alasan yang tampak abu-abu bagi Karin. Rangkaian flashback masa lalu Karin sebelum bertemu Bre pun mengalir, mengantarkan pembaca pada pilihan mereka sendiri; mau berempati atau malah sebaliknya, menghakimi. Ya, tokoh Karin digambarkan sebagai sosok wanita dewasa yang labil; hobi melampiaskan frustasinya secara instan ketika berhadapan dengan masalah. Disisi lain, ia juga digambarkan sebagai seorang yang rapuh; membutuhkan sokongan orang lain untuk melanjutkan hidup.
Jika demi menghilangkan rasa sedih yang begitu dalam ini ia harus tidur dengan orang asing, maka ia rela.  – hal. 18
Seiring perkembangan cerita, saya ‘dikenalkan’ dengan tokoh-tokoh sentral lain seperti Chuan, Marissa, Abi, dan Zara yang mau tidak mau akan merebut perhatian danlagi-lagimenyerahkan keputusan emosional pada diri saya sendiri. Rahasia demi rahasia dari masa lalu Karin pun mulai terkuak, memicu rasa penasaran yang semakin memuncak seiring berjalannya konflik yang terasa menanjak. Sebuah pertanyaan yang dilontarkan Bre pada saat pertemuan pertamanya dengan Karin cukup membuat hati sayaDEG!—mau dibawa kemana nih ceritanya?
Karin. Apa benar lo dulu pernah membuhuh orang?” – hal. 39
U-Turn saya kategorikan dalam genre psychological drama. Hal ini dikarenakan cerita lebih berpusat pada dilema Karin sebagai tokoh utama, konflik yang cenderung internal dan emosional; berfokus pada dinamika hubungan antarkarakter. Penggambaran latar tempat yang dipaparkan Nadya Jakarta, Bali, Kuala Lumpur, dan Pasadenaterasa pas dengan plot dan alur yang dibawakan, tidak membuat saya merasa ‘dipaksa’ untuk traveling mendadak di tempat-tempat tersebut, tetapi juga tidak abu-abu sehingga saya merasa kesulitan untuk memahami tujuan penulis.

Dikemas dengan desain sampul yang "Plotpoint banget", serta judul yang unik dan tidak biasa dapat dipastikan menggelitik rasa penasaran calon pembacanya. Jangan lupakan juga sinopsis novel iniyang berisi kalimat ucapan Bre diatas—, rasanya cukup menjanjikan sebagai novel perdana. However, a beautiful thing is never perfect. Buku ini saya rekomendasikan bagi mereka yang berusia 18 tahun keatas karena terdapat unsur-unsur budaya barat yang bisa jadi disalahartikan pembaca belia.

Bersama Karin, saya diajak memaknai arti 'u-turn' itu sendiri : ketika dihadapkan dengan persimpangan jalan dalam hidup, pilihanlah yang akan menentukan nasib seseorang.